(*_*) SUGENG RAWUH WONTEN BLOG KULO --- SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA --- SUGENG RAWUH WONTEN BLOG KULO --- SELAMAT DATANG DI BLOG SAYA (*_*)

Kamis, 06 November 2008

ILMU PENGETAHUAN

PEREBUTAN IMAM SEMBAHYANG

Sudah menjadi kebiasaan kelompok Islam modernis-Wahabi yang menyebarkan ajarannya dengan cara mencaci maki, menteror, merampas asset-asset orang lain, karena itu banyak madrasah, sekolah, surau atau masjid yang dibangun kaum Sunni bermzhab diambil alih oleh kelompok itu.
Suatu hari pada tahun 1934 saat gencar-gencarnya kaum Wahabi menyerbu Sumatra Selatan, mereka mulai masuk ke berbagai surau dan masjid, mencari celah untuk menguasainya. Suatu ketika sembahyang dilaksanakan, sementara imamnya seorang yang alim, sehingga sangat hati-hati dalam memimpin sembahyang itu. Untuk menata hati dan pikiran bukan perkara mudah. Tetapi ia buka orang yang was-was, karena itu dia takbiratul ikhram sampai tiga kali.
Melihat kenyataan itu seorang Wahabi yang kebetulan menjadi makmum melihatnya sebagai kekeliruan, maka ditariknya kyai tersebut dengan kasar agar mundur ke shaf belakang, karena dianggap telah melakukan bid'ad, melakukan takbiratul ikhram sampai tiga kali. Langsung dengan lancang menempatkan diri sebagai imam. Saat itu pula ia mengucapkan takbiratul ikhram " Allahu Akbar ", lalu segera manoleh ke belakang, sambil berkata: " beginilah cara yang benar, takbiratul ikhram sekali langsung jadi ".
Para makmum heran, menjadi imam kok berbicara berarti shalat imam batal. Dengan demikian juga tidaj bisa dijadikan imam lagi. Kini ganti ia diturunkan ramai-ramai, karena melanggar tata tertib shalat. Lantas, sembahyang dilanjutkan dengan imam semula dengan penuh khusyuk, tidak hanya seperti orang baris-berbaris, tapi hatinya liar.
Itulah perbedaan antara sembahyang orang awam dengan orang yang ikhlas dan khusyuk. Para makmum memilih imam yang khusyuk yang mampu membimbing rohani mereka taqarrub kepada Allah.

Tidak ada komentar:

 
-- MENAWI SAMPUN DIPUN WAOS KULO NYUWUN KOMENTAR PANJENENGAN NGGEH --